Harimau Punah 12 Tahun Lagi

Harimau liar diprediksi punah dalam jangka waktu 12 tahun jika negara-negara habitat mereka gagal untuk mengambil tindakan cepat untuk melindungi lingkungan. Demikian salah satu topik yang dibicarakan dalam pertemuan ahli satwa liar di St Petersburg, Rusia, Ahad (21/11).

Para ahlid ari World Wildlife Fund (WWF) serta lembaga lainnya mengatakan kini hanya tersisa sekitar 3.200 ekor harimau di alam bebas. Jumlah ini terjun bebas dari jumlah pada tahun 90-an dimana masih ada sekitar 100 ribu ekor harimau. Baca pos ini lebih lanjut

Habitat Rusak, Macan Merapi Belum Punah

Fenomena turunnya hewan di lereng Gunung Merapi akibat habitatnya rusak yang disebabkan bencana letusan Merapi, kata seorang pejabat Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) di Boyolali. Kepala Seksi Wilayah II Balai TNGM Boyolali Joko Priyono di Boyolali, Jumat (19/11/2010), mengatakan, banyak jenis hewan penghuni lereng Gunung Merapi turun karena habitatnya telah rusak akibat letusan Gunung Merapi. Baca pos ini lebih lanjut

Kuskus Beruang

kuskus beruangKuskus Beruang atau Kuse (Ailurops ursinus) adalah salah satu dari dua jenis kuskus endemik di Sulawesi. Binatang ini termasuk dalam golongan binatang berkantung (marsupialia), dimana betinanya membawa bayi di dalam kantong yang terdapat di bagian perut. Panjang badan dan kepala kuse adalah 56 cm, panjang ekornya 54 cm dan beratnya dapat mencapai 8 kg.

Kuse memiliki ekor yang prehensil, yaitu ekor yang dapat memegang dan biasa digunakan untuk membantu berpegangan pada waktu memanjat pohon yang tinggi.Nasib Kuse di Sulawesi Utara berada dalam bahaya karena populasinya sudah terlampau kecil. Baca pos ini lebih lanjut

Pesut Mahakam

 

Pesut Mahakam

Pesut Mahakam

 

Pesut mahakam (Latin:Orcaella brevirostris) adalah sejenis hewan mamalia yang sering disebut lumba-lumba air tawar yang hampir punah karena berdasarkan data tahun 2007, populasi hewan tinggal 50 ekor saja dan menempati urutan tertinggi satwa Indonesia yang terancam punah. Secara taksonomi, pesut mahakam adalah subspesies dari pesut (Irrawaddy dolphin).

Tidak seperti mamalia air lain yakni lumba-lumba dan ikan paus yang hidup di laut, pesut mahakam hidup di sungai-sungai daerah tropis. Baca pos ini lebih lanjut

Satwa Endemik Hutan Jawa Terancam Punah

 

Hutan

Hutan

 

Malang, Erabaru.Net – Berbagai jenis satwa endemik yang hidup di hutan-hutan di Pulau Jawa terancam punah, akibat rusaknya hutan di pulau itu yang berpengaruh terhadap habitat satwa tersebut.

Koordinator Pengaman Hutan ProFauna Indonesia Radius Nursidi di Malang, Senin (22/2), mengatakan, beberapa jenis satwa langka yang terancam punah di hutan-hutan Pulau Jawa itu di antaranya adalah Lutung Jawa (trachypithecus auratus), Owa Jawa (hylobates moloch). Baca pos ini lebih lanjut

Arwana Makin Jarang Ditemukan di Kalteng

 

Golden Red

 

Palangkaraya, Kompas – Dalam kurun waktu 30 tahun terakhir, populasi ikan arwana kian berkurang. Masyarakat melaporkan makin jarang menemukannya di sungai-sungai atau rawa-rawa wilayah Kalimantan Tengah. Dalam bahasa Dayak, arwana (Scleropages formosus) dikenal sebagai tangkalasa atau kalakasa.
Direktur Eksekutif Mitra Lingkungan Hidup Kalimantan Tengah (Kalteng) Itan di Palangkaraya, Selasa (16/10), menuturkan bahwa salah satu habitat alami arwana adalah di hulu-hulu sungai, seperti di sekitar pegunungan Schwanner-Muller. Baca pos ini lebih lanjut

HIU GERGAJI DI INDONESIA TERANCAM PUNAH

Hiu Gergaji

Hiu Gergaji

Di Indonesia ikan hiu gergaji terdapat di Sungai Digul, Sungai Mahakam (Kalimantan), Sungai Siak dan Sungai Sepih.

Mereka senang memangsa ikan-ikan berukuran sedang atau yang berbadan lebih kecil. Ukuran tubuh hiu gergaji sendiri lumayan besar, mampu mencapai 6,6 meter. Mulutnya yang diselimuti gerigi tajam cukup ampuh untuk melumpuhkan mangsanya dalam sekejap mata. Padahal menurut beberapa ahli, pandangan mata hiu gergaji tidak terlalu baik, bahkan cenderung buram. Mereka lebih mengandalkan daya penciumannya yang lumayan tajam. Baca pos ini lebih lanjut

Hutan Indonesia Menjelang Kepunahan

Hutan Indonesia

Hutan Indonesia

matabumi.com – Indonesia memiliki 10% hutan tropis dunia yang masih tersisa. Hutan Indonesia memiliki 12% dari jumlah spesies binatang menyusui/mamalia, pemilik 16% spesies binatang reptil dan ampibi, 1.519 spesies burung dan 25% dari spesies ikan dunia. Sebagian dianataranya adalah endemik atau hanya dapat ditemui di daerah tersebut.
Baca pos ini lebih lanjut

Fakta Tentang Satwa Indonesia

profauna.org – Diperkirakan sebanyak 300.000 jenis satwa liar atau sekitar 17% satwa di dunia terdapat di Indonesia, walaupun luas Indonesia hanya 1,3% dari luas daratan dunia. Indonesia nomer satu dalam hal kekayaan mamalia (515 jenis) dan menjadi habitat dari sekitar 1539 jenis burung. Sebanyak 45% ikan di dunia, hidup di Indonesia. Baca pos ini lebih lanjut

Internet, Ancaman Utama Hewan Langka

VIVAnews – Internet ternyata menjadi salah satu penyebab utama semakin punahnya binatang langka.

Hal itu diungkapkan oleh beberapa aktivis pelindung binatang, yang sedang melakukan pertemuan internasional di Doha, Uni Emirat Arab.

Dalam acara Convention on International Trade in Endangered Species (CITES), yang diikuti oleh 175 negara dunia,  pakar menyalahkan internet sebagai faktor yang mendukung kepunahan hewan-hewan langka . Baca pos ini lebih lanjut